Apply to be a Chitika Publisher!

Saturday, 20 April 2013

Seringai dan Deadsquad Sukses Berontak Borneo Beerhouse

Di sela-sela kesibukan tur konser Soundrenaline 2012, dua band cadas Ibu Kota, Seringai dan Deadsquad masih menyempatkan diri untuk menggelar sebuah konser kejutan yang sangat intim bagi para penggemar mereka di Borneo Beerhouse pada Rabu malam (3/10) kemarin.

Hanya bermodalkan promosi dari akun Twitter kedua band tersebut pada siang harinya, lebih dari 250 orang penonton tampak membludak memenuhi areal Borneo Beerhouse pada malam harinya,

semua bahkan seperti tak peduli venueterletak tepat di samping TPU Jeruk Purut. Semua datang untuk bersenang-senang. 

Gerombolan brutal death metal Deadsquad membuka konser kejutan dengan serentetan nomor-nomor ganas ultra-cepat dari album debut Horror Vision seperti ”Hiperbola Dogma Monoteis,” ”Manufaktur Replika Baptis” hingga single terakhir mereka ”Patriot Moral Prematur.” 

Agak jarang terjadi belakangan ini, semalam Deadsquad tampil full team, dengan line-up Coki (gitar), Daniel (vokal), Stevie (gitar), Bonny (bass) dan Andyan (drums). Suasana yang terbangun sangat intim dan cair penuh gelak tawa dengan ratusan penonton berjejalan baik di bawah maupun di balkon.

Pada konser yang meniadakan jarak dengan para penonton ini Deadsquad juga sempat memainkan beberapa nomor cover version seperti ”Arise” (Sepultura), ”Master of Puppets” (Metallica) hingga ”Raining Blood” (Slayer) dalam aransemen mereka sendiri. Dua lagu yang disebutkan terakhir ikut tampil juga bernyanyi ke atas panggung, Oddie, vokalis Getah. 

”Zaman gue masih SD, lagu-lagu ini adalah makanan sehari-hari bapak-bapak yang ada di atas panggung ini,” canda Daniel sebelum menyanyikan nomor-nomor cover version tersebut.

Berikutnya Seringai tampil membuka dengan nomor-nomor dari album terbaru mereka, Taring, seperti ”Dilarang di Bandung,” ”Program Party Seringai,” ”Serenada Membekukan Api,” hingga ”Fett Sang Pemburu.” Pada sesi ini mosh pit pun mulai pecah belah dan koor massal tak dapat dihindarkan lagi bergema ke seluruh penjuru Borneo Beerhouse.

Seperti halnya Deadsquad, Seringai pada malam itu juga memainkan beberapa nomor cover version dari band-band yang menjadi junjungan bermusik mereka, seperti ”Jealous Again” (Black Flag) yang di medley dengan ”Antisocial” dari Anthrax yang ikut menampilkan Unbound, vokalis Speedkill bernyanyi bersama Arian13. Konser ditutup menjelang pukul 12 malam dengan epik bersama ”Mengadili Persepsi.” 

”Suasana konser seperti semalam yang intim dan penuh gairah itu tidak dapat dibayar dengan apapun,” ujar Ricky, gitaris Seringai dengan antusias.

Konser kejutan yang digelar di Borneo Beerhouse ini menurut salah seorang pengelolanya, Abie, awalnya tercetus berkat gagasan dari kedua band tersebut, pihaknya menyambut baik ide tersebut dan mengakomodirnya dengan menyediakan venue yang representatif.

Borneo Beerhouse merupakan bar musik cutting-edge satu-satunya di Jakarta yang berlokasi Jl. Madrasah No.14, Jeruk Purut, Jakarta Selatan, tepat di samping restoran Waroeng Solo. Bar ini baru saja mengalami renovasi dan kini menjadi jauh lebih besar dari sebelumnya. Awalnya Borneo Beerhouse sempat buka selama setahun di kawasan Cipete Raya sebelum akhirnya pindah ke lokasi terbarunya kini.

Menurut Abie, Borneo Beerhouse memang hanya akan fokus untuk menjadi venue bagi musik-musik berkategori cutting-edge entah itu dari para DJ atau live performance dari band-band rock, metal, dan sebagainya. 

”Borneo Beerhouse itu mungkin tepatnya cutting-edge music club. Kalo kesananya lebih banyak rock itu sih konsekuensi teman-teman komunitas saja. Yang pasti acara in-house kami akan dominan rock, DJ atau punlive performance,” jelas Abie yang sehari-harinya juga berprofesi sebagai dokter ini saat berbicara kepadaRolling Stone.

Selain konser kejutan yang bersifat dadakan tersebut, Borneo Beerhouse juga memiliki serangkaian program reguler seperti ”Beer Haceb” (Beer Harga Ceban) setiap hari Minggu, ”Tuestep” (DJ dubstep/cutting-edge sound) setiap dua minggu sekali, ”Heaven N Hell” (DJ rock & metal) setiap dua minggu sekali, penampilan live Jiks & The Fatman, house band yang meng-cover rock 80-an dan 90-an, serta acara siraman rock & roll yang digelar setiap bulannya.

Selain acara reguler di atas, Abie menjelaskan bahwa Borneo Beerhouse juga dapat disewakan untuk umum.

Jam operasional Borneo Beerhouse setiap harinya adalah Selasa – Kamis dan Minggu pukul 18:00 – 01:00 WIB, Jumat dan Minggu pukul 18:00 – 03:00 WIB dan mereka libur setiap hari Senin. 

Eksistensi venue alternatif seperti Borneo Beerhouse ini tentunya akan sangat menjanjikan bagi lahirnya band-band pendatang baru yang bagus serta untuk memanaskan kembali sirkuit musik di Ibu Kota yang kian mendingin setelah tutupnya bar-bar legendaris seperti Poster, Nirvana, BB’s, Prost hingga Parc.



source:rollingstone

No comments:

Post a Comment