London - Menurut sebuah penelitian, musik pop malah berdampak buruk terhadap tanaman. Musik Black Sabbath bisa membantu tanaman tumbuh dan dapat terhindar dari berbagai penyakit, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli tanaman, Chris Beardshaw.
Ia mengungkapkan hal tersebut di sebuah acara radio dan menceritakan eksperimennya dengan memutar lagu Black Sabbath di sebuah rumah kaca, dan ternyata hasilnya bagus. Sedangkan ketika ia memutar lagu yang mudah didengarkan seperti lagu dari Cliff Richards malah membunuh tanaman-tanaman tersebut.
Ide Beardshaw melakukan eksperimen tersebut berawal dari salah satu muridnya ingin menulis disertasi tentang efek musik terhadap tanaman, sehingga menginspirasinya untuk mencobanya. Selain membantu tanaman tumbuh, ternyata musik dari Black Sabbath dapat membantu tanaman lebih kebal dari penyakit.
“Kami menyiapkan empat rumah kaca dengan musik-musik yang berbeda untuk melihat apa yang akan terjadi dengan tanamannya. Kami punya satu yang hening, itu adalah rumah kontrol, dan kami punya satu yang memutar musik klasik, kami punya satu yang memutar Cliff Richard, dan satu yang memutar Black Sabbath,” ujar Beardshaw, dikutip dari NME.
Ia melanjutkan, “Kami menanam bunga Lili Peru dan membombardir rumah kaca dengan suara untuk kehidupan tanaman tersebut. Satu yang tumbuh dengan musik klasik -lembut, hampir membelai tanaman dengan gelombang musiknya ketika diputar- mereka tumbuh sedikit lebih pendek karena gelombang suara memborbardir mereka dan sedikit lebih mekar dan kemungkinan terkena hama dan penyakit lebih sedikit.”
“Satu yang tumbuh dengan Black Sabbath -besar, berisik, musik gaduh- mereka yang terpendek, tapi mereka yang memiliki bunga terbaik dan pertahanan yang baik terhadap hama dan penyakit. Bunga Lili Peru dii rumah kaca Cliff Richards mati semua. Diduga terdapat sabotase namun tidak bisa kami buktikan, “ pungkasnya.
Sementara itu, minggu lalu Black Sabbath baru saja meluncurkan single pertamanya, “God Is Dead?” dari album terbarunya, 13, yang akan dirilis Juni mendatang.
source:rollingstone

No comments:
Post a Comment